Selasa, 16 Desember 2008


nge Band Yukkk.....



Musik, musik, musik...mungkin itu yang selalu ada di pikiran saya... dengan adanya musik, bisa membuat kita tidak bosan. Berawal dari kegemaran saya dengerin musik, maka saya punya kemampuan untuk main musik terutama gitar (ya meskipun ga jago-jago bgd).. Saya juga gak tau itu bakat nurun dari siapa, padahal kedua orangtua saya tidak bisa memainkan alat musik. Hanya saja dulu, papa waktu masih mudanya adalah seorang Dj(Disk Jockey), dan dulu juga saya bercita-cita untuk jadi DJ,namun cita-cita saya itu tidak direstui karena takut saya terjerumus ke dunia malam.

Sekarang, saya lebih suka main gitar, gitar menurut saya adalah sahabat,dia selalu menemani malam minggu yang terkadang sepi, bahkan bersama gitar itulah, saya selalu mengiringi kakak saya yang sedang berduaan dengan pacarnya... Yah... itulah musik, saya suka akan musik.

satu tahun belakangan ini, saya sempat meiliki sebuah band dan di band tersebut hanya saya satu-satunya cewek, namun sayang, sekarang, band saya yang itu sudah vakum karena masing-masing personilnya sibuk sendiri. Sekarang ini, saya mempunyai mimpi untuk memiliki sebuah band yang unik tapi menariK. Saya sekarang sedang gencar-gencarnya untuk mencari personil... Sekalian mw promosi neh.. Buat siapa aja yang mau gabung bikin band, bisa banget.. hubungi aja saya dengan memberikan komentar pada blog ini... Di tunggu ya....

Jumat, 12 Desember 2008

TV VS RADIO

Jika membicarakan soal media elektronik, mungkin tidak akan ada habisnya. Media elektronik yang saat ini sedang berkembang adalah Televisi dan Radio. Tv dan Radio merupakan bentuk media massa yang universal, semua orang bisa menggunakan TV dan Radio. Di dalam TV dan Radio memiliki kelebihan dan kekurangan yang lumayan berbeda, Jika TV itu lebih bersifat audio visual sedangkan radio bersifat audio saja. Namun meskipun radio hanya bersifat audio saja, tetapi radio tidak akan pernah terkalahkan dengan TV. Hal ini terjadi karena sifat radio siaran itu lebih akrab dengan pendengarnya, sedangkan TV tidak.
Menurut pandangan saya, saya lebih menyukai mendengarkan radio dibanding menonton TV. Namun terkadang saya juga suka menonton TV, tetapi saya hanya menonton acara-acara TV tertentu saja, karena menurut saya acara TV sekarang ini, terutama sinetron tidak mendidik dan bahkan membuat penonton terpengaruh melakukan kejahatan. Maka saya lebih menyukai mendengarkan radio. Saya yakin, sebagian besar remaja lebih menyukai mendengarkan radio karena sifat radio itu yang menghibur, memberikan pendidikan dan informasi, dan juga sifat radio itu akrab dengan pendengarnya, sehingga pendengar tidak merasa bosan.
Perkembangan Teknologi Yang Canggih


Seiring dengan kemajuan zaman dan tuntutan kebutuhan, maka teknologi pada saat ini berkembang sangat pesat terutama dalam bidang telekomunikasi. Pada zaman sekarang ini, siapa sih orang yang tidak mengenal apa itu handphone??, saya yakin pasti semua orang tahu apa itu handphone dan pasti bagi orang-orang yang memiliki uang yang cukup, pasti mereka memiliki handphone. Dan mungkin handphone yang mereka miliki tidak hanya satu. Aplagi sekarang ini sedang menjamurnya handphone yang berjenis CDMA. Dengan munculnya handphone CDMA ini, maka masyarakat yang sebelumnya memiliki handphone GSM sekarang ini memiliki dua handphone, yaitu GSM dan CDMA. Selain intu juga mungkin memiliki handphone yang banyak itu mempunyai nilai gengsi tersendiri.
Semakin canggihnya teknologi, maka akan terlihat semakin modern dan gaya. Itulah yang terjadi saat ini. Banyak sekali handphone yang berlomba-lomba untuk memberikan fasilitas yang sangat canggih, mulai dari fasilitas kamera yang memiliki kemampuan menagkap gambar yang biasa saja, hingga fasilitas kamera yang memiliki resolusi tinggi, selain itu juga hendphone memiliki fasilitas 3G, MP3/MP4, radio, video player, browsing internet, dll. Dengan beraneka ragam jenis handphone yang memiliki fsailitas yangn canggih maka orang-orang saling bersaing untuk memiliki handphone yang paling sempurna.
Handphone pada saat ini tidak hanya dimiliki oleh kalangan orangtua dan eksekutif saja, tetapi handphone juga dapat dimiliki oleh berbagai kalangan baik tua maupun muda. Dan juga yang saya lihat sekarang ini, masyarakat menggunakan waktunya untuk handphone, entah itu untuk telephone, sms, atau browsing internet. Saya bahkan sering melihat pemandangan orang-orang yang menggunakan handphone, di dalam angkutan kota, terminal, mall, tempat pendidikan, dan bahkan di psar sekalipun saya selalu melihat orang yang sedang menggunakan handphone.
Dengan berkembangnya teknologi terutama teknologi dalam bidang telekomunikasi, maka manusia memiliki kepuasan teresendiri dan manusia juga tidak bisa lepas dari komunikasi, sehingga alat komunikasi seperti handphone sangat diperlukan.

Selasa, 09 Desember 2008



SEPEDA TUA DIGEMARI


Judul Buku : Pit Onthel (Pameran Sepeda Lama. 21-28 Maret 2006)
Penyusun : Hermanu
Penerbit : Bentara Budaya Yogyakarta
Tebal Buku : 182 halaman


Buku yang berjudul Pit Omthel ini merupakan buku yang menyajikan sejarah, pengetahuan dan juga cerita yang memiliki unsur pembelajaran. Di dalam buku ini dijelaskan bagaimana sejarah tentang adanya sepeda, yang pada zaman dahulu, kata sepeda itu berasal dari bahasa Belanda " Fiets."

Buku Pit Onthel ini merupakan judul pameran sepeda onthel yang diselenggarakan di Yogyakarta. Pit Onthel itu artinya sepeda kayuh. Sang penyusun ini, menjadikan judul pamerab tersebut menjadi sebuah judul buku. Di dalam bukuini, dijelaskan secara detail tentang sepada dan jenis-jenisnya. Ternyata, jenis-jenis sepeda onthel sangat beragam dan meskipun pada saat sekarang, sepeda onthel menjadi sepeda tua, tetapi sepeda onthel banyak sekali penggemarnya. Selain menjelaskan tentang sepeda, di buku Pit Onthel ini juga diselipkan sebuah cerita yang berhubungan dengan sepeda onthel dan tentunya cerita yang terdapat di buku ini, bukan sekedar sebuah cerita biasa saja, tetapi cerita ini dapat membangun semangat, moral dan pendidikan. Sehingga pembaca dapat memperoleh banyak pembelajaran.

Menurut saya, secara keseluruhan, buku Pit Onthel ini sangat menarik sekali. Di dalam buku inin juga ditampilkan foto-foto sepeda onthel yang sangat membuat saya tertarik. Selain menampilkan foto-foto sepeda onthel, di dalam buku ini juga menampilkan iklna-iklna sepeda yang beredar pada zaman dahulu. Selain itu juga terdapat gambar-gambar acessories sepeda onthel, sehingga itu dapat menambah pengetahuan kita.

Dari segi penyajian cover, buku ini terkesan seperti buku "jadul"(jaman dulu). Tetapi meskipun seperti itu, cover buku ini menarik karena cover buku ini menampilkan ilustrasi seorang bapak tua yang sedang menuntun sepeda onthelnya.

Selasa, 25 November 2008


Resensi Novel

Kisah Persahabatan Tiga Remaja

Judul Buku :My Friends My Dreams
Penulis : Ken Terate
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 239 halaman

Novel My Friends My Dreams menceritakan tentang persahabatan tiga orang remaja yang tinggal di Yogyakarta. Mereka memiliki latar belakang yang berbeda dan mereka juga berasal dari daerah yang berbeda. Tiga reaja yang diceritakan dalam novel ini adalah Marcella, Joy dan Wenning. Marcella adalah gadis cantik dan populer yang berasal dari Jakarta. Marcella terpaksa pindah karena oranguanya lebih memilih untuk tinggal di Yogyakarta. Marcella berasal dari keluarga yang berada dan ayah ibunya bekerja sebagai arsitek. Joy, Joy adalah gadis yang berasal dari Bandung. Joy merupakan cewek yang tomboy, cuek dan berantakan. Latar belakang keluarga Joy yaitu ayah dan ibu Joy tidak harmonis, sehingga Joy memutuskan untuk tinggal di Yogyakarta agar menenangkan pikirannya. Sementara itu, Wening adalah gadis desa yang berasal dari daerah Gunung Kidul. Wening adalah gadis yang polos, kuper, culun dan penyakitan. Ketiga remaja itu akhirnya berteman karena secara tidak sengaja pada saat hari petama masa orientasi siswa, mereka sama-sama mendapatkan hukuman dari kakak kelas mereka. Persahabatan mereka penuh dengan kegembiraan, pengorbanan dan juga tingkah yang lucu dari para pelaku cerita tersebut. Selama bersahabat, mereka memiliki impian yang berbeda-beda dan mereka saling mebantu untuk mewujudkan impiannya itu. Persahabatan mereka adakalanya baik-baik saja dan juga ada kalanya dipenuhi dengan berbagai konflik. Ken Terate, sang penulis menurut saya sangat menegtahui kota yang dijadikan sebagai latar novel tersebut. Hal ini ditunjukan dengan adanya deskripsi tentang kota Yogyakarta. Selain itu, Novel ini juga sangat layak dibaca oleh para remaja agar mereka mengerti arti dari sebuah persahabatan. Dari segi penampilan cover, cover novel ini menurut saya sangat menarik. Dengan menampilkan tiga gambar gadis-gadis remaja, yang terdiri dari Marcella, Joy dan Wening. Bahasa yang diberikan oleh penulis juga adalah bahasa yang mudah dimengerti, dan juga di dalam cerita novel ini, sang penulis menyelipkan adaegan-adegan yang luchu sehingga pembaca tidak merasa bosan.





Widia Ratna J
02C070804
Broadcast

Jumat, 21 November 2008


Sebuah Harapan dan Tentang Kehilangan


Judul Buku : Tentang Dia
Penulis : Moammar Emka
Penerbit : Gagas Media
Tebal Buku : 129 halaman

Tentang Dia awalnya merupakan sebuah film yang di angkat dari cerpen karya musisi tekenal Melly Goeslaw, kemudian setelah film Tentang Dia beredar, Moammar Emka menjadikan film ini sebagai sebuah novel.

Novel Tentang Dia verkisah tentang kehidupan wanita yang bernama Gadis. Gadis menjadi seorang yang pemurung semenjak dia dihianati oleh kekasihnya sendiri. Kekasih yang selam ini Gadis cintai ternyata menjalin hubungan dengan sahabat Gadis. Gadis adalah seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Karena sikap Gadis yang selalu menyendiri, Gadis dianggap orang yang aneh dan kuper di mata teman-temannya, terlebih di mata cewek yang bernama Wirda. Wirda sangat tidak menyukai Gadis karena Cowok yang Wirda sukai ternyata malah menyukai Gadis. Cowok yang jatuh cinta kepada Gadis adalah Randu. Randu sangat menyukai Gadis, dia selalu menghibur Gadis di saat Gadis sedih, namun upaya Randu itu tidak membuahkan hasil. Gadis tetap tidak menyukai Randu.

Hingga beberapa saat muncullah sosok Rudi, seorang wanita yang tidak sengaja tertabrak oleh Gadis. Tetapi dengan munculnya sosok Rudi, Gadis berubah menjadi seorang yang periang. Rudi adalah orang yang dapat membuat hati Gadis senang. Namun, karena sikap Rudi yang sangat perhatian dan selalu ingin melindungi Gadis menyebabkan terjadi kesalahpahaman di antara Gadis dan Rudi. Ternyata Gadis telah menyalaharikan kebaikan Rudi terhadap dirinya itu. Gadis menyangka bahwa Rudi telah menyukai dirinya, sehingga terjadi pertengkaran hebat diantara mereka.

Namun setelah menyadari kesalahannya, Gadis berniat ingin meminta maaf kepada Rudi karena Gadis telah berprasangka buruk kepada Rudi. Namun, Gadis terlambat, Rudi diberitakan telah meninggal dunia karena tertabrak mobil. Mendengar kabar itu, Gadis merasa sangat bersalah dan dia merasa sangat kehilangan sosok Rudi, orang yang telah membuat dirinya bisa memaknai arti hidup dan orang yang telah bisa membuat Gadis tertawa kembali setelah hatinya lama menangis.

Menurut saya, kisah di dalam novel ini sangat menyentuh hati. Dalam novel ini diceritakan bagaimana pengorbanan seorang Randu dan juga Rudy untuk dapat membuat hati Gadis bahagia. Pelajaran yang dapat diperoleh dari cerita ini adalah kita jangan berpikiran buruk jika ada seseorang yang selalu ingin berbuat baik kepada kita. Seharusnya kita merasa senang jika ada orang yang berbuat baik. Selain itu juga, dalam novel ini diceritakan bahwa menyesal selalu datang terakhir. Seperti kisah Gadis yang menyesal karena telah berprasangka buruk kepada Rudi.

Novel Tentang Dia ini pantas untuk di baca. Gaya penulisan di novel ini sangat ringan dan mudah dimengerti. Moammar Emka menulis novel ini seolah-olah seperti menuliskan buku diary. Novel Tentang Dia ini dapat menguras air mata kita, terlebih jika kita menonton filmnya juga.

Pentingnya Sebuah Buku


Judul Buku : Mengikat Makna
Penulis : Hernowo
Penerbit : Mizan Pustaka
Tebal Buku : 241 halaman



Buku yang ditulis oleh Hernowo merupakan buku yang sangat bermanfaat untuk di baca oleh siapapun terutama oleh kalangan pelajar agar mereka terbiasa membaca dan dapat memahami arti dari sebuah buku. Di dalam buku mengikat makna ini, Hernowo menjelaskan tentang buku yang bergizi dan buku yang tidak bergizi. Menurut Hernowo, gizi buku terletak pada keberhasilan sebuah gagasan yang dikandung oleh buku dalam menggerakan pikiran orang yang membacanya. Dalam buku ini sang pembaca diberikan contoh-contoh tentang penerapan membaca buku yang baik dan juga memahami makna dari sebuah buku. Dalam buku Mengikat Makna ini di jelaskan bahwa pengertian makna adalah pengenalan tempat-tempat segala sesuatu di dalam sistem. Pengenalan seperti itu terjadi jika relasi sesuatu dengan yang lain dalam sistem tersebut menjadi terjelaskan dan terpahamkan.

Di dalam buku ini juga, Hernowo memberikan kiat-kiat yang sangat penting mengenai memakanai buku. Kiat-kiat tersebut yaitu :
1. Mengenali buku lewat kekukuhan konstruksi gagasan dan kehebatan visi pengarang

2. Mengenali sisi memikat sebuah buku lewat bentuk dan tampilan
Sososk buku yang baik itu adalah jadi paduan antara desain sampul, judul, pilhan tipografi dan yang berkaitan dengan unsur pembangunan tampilan fisikal itu benar-benar mencerminkan kekompakan, kesolidan dan keutuhan buku. Selain itu juga, sosok buku yang bermutu itu harus memiliki kekayaan kosakata, "komposisi" diksi, kaidah penalaran dan keprigelan menulis.

3. Mengenali sisi memikat buku lewat unsur visual yang menyentuh dan mengutuh
Lima daya pikat buku yaitu konstruksi gagasan pengarang, kehebatan visi pengarang, sosok buku menyejarah, bentuk buku yang melangit, gambar yang menyentuh.

Menurut tanggapan saya, setelah saya membaca buku ini, saya jadi mengetahui tentang apa itu buku dan juga bagaimana memaknai buku itu agar kita tidak hanya sekedar mebaca lalu setelah itu melupakan isi dari buku yang telah kita baca. Menurut saya buku ini sangat bagus untuk dibaca. Selain itu juga, saya terkejut karena ternyata sang penulis buku (Hernowo) pada tahun 1998 pernah mengajar mata kuliah digesting di kampus saya STIKOM Bandung. Saya merasa bangga karena, di kampus saya pernah memiliki dosen yang sekaligus sebagai penulis yang hebat.